oleh

Dinas PUPR Kolut Kembali Turunkan Alat Berat, Untuk Perbaiki Jalan Penghubung Antar Desa

Reporter: Pendi

KOLAKA UTARA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menurunkan satu alat berat (excavator) untuk memperbaiki jalan penghubung antar desa yang sempat parah pasca terjadinya tanah longsor.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Kolut, Mukramin, saat dikonfirmasi melalui telepon menuturkan bahwa hari ini pihaknya kembali menurunkan alat yang lebih besar dari yang pertama waktu terjadinya banjir dan tanah longsor beberapa hari lalu.

“Waktu itu kami hanya menurunkan beko lowder untuk membuka tanah yang menutupi badan jalan tersebut agar akses kendaraan bisa melintas, namun beberapa hari kemudian hujan terus  menguyur Kolut dan khususnya di Desa Bukit Baru yang mengakibatkan tanah kembali longsor dan agak parah ketimbang longsor yang pertama,” jelasnya Sabtu 21 Agustus 2021.

Baca Juga: Lurah Mandati III Wakatobi Tanggapi Soal Dugaan Kongkalikong Dengan Kerabatnya Atas Pembuatan SHM Pada Program PTSL

“Mulai tadi kami sudah membuka tanah longsor yang kembali menutupi badan jalan yang menghubungkan antara Desa Bukit Tinggi dan Desa Bukit Baru Kecamatan Batu Putih, kemudian kepala desa dan warga setempat sudah menyiapkan kayu untuk memasang turap agar bisa menahan tanah ketika hujan turun dan longsor lagi,” tambahnya.

Mukramin juga mengatakan bahwa target dua hari kerja sabtu – minggu ini sudah bisa selesai agar akses menuju Desa Bukit Baru bisa kembali normal dan lancar lagi seperti biasanya.

Sementara itu kepala desa bukit baru, Mustamin lagi-lagi sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kolut khususnya kepada kepala Dinas PUPR atas atensinya terhadap jalan di desanya itu yang tertimbun sekitar 20 meter akibat tanah yang longsor.

“Sebelum alat excavator itu didatangkan dan memperbaiki jalan desa kami itu oleh dinas PUPR Kolut kami dan warga sudah mempersiapkan kayu untuk digunakan membuat turap kayu agar bisa menahan ketika terjadi lagi longsor, kayu untuk tiang dan pasang dinding untuk menahan tanah longsor tersebut kami pakai dana desa (DD) sekitar Rp.20 juta, dan sementara ini hanya kendaraan motor yang bisa melintas dulu kalau mobil belum bisa,” bebernya.

Terkini