oleh

Ratusan Rumah Tidak Layak Huni di Kolut Terima BSPS Senilai Belasan Juta

Reporter : Pendi / Editor: Kang Upi

KOLUT – Sebanyak 300 unit rumah tidak layak huni di yakni Kecamatan Katoi dan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) menerima bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS).

Untuk di Kecamatan Katoi, rumah penerima bantuan berada di Desa Katoi, Ujung Tobaku dan Desa Lanipa-nipa, sedangkan di Kecamatan Kodeoha berada di Kelurahan Mala-mala dan Desa Awo.

Untuk besaran bantuan yang diterima yakni sebanyak Rp 17,5 juta dengan rincian Rp 15 juta untuk pembelian material dan Rp 2,5 juta untuk biaya tukang bangunan.

Bupati Kolut, Nur Rahman Umar sebelum menyerahkan buku tabungan menjelaskan, dalam penyaluran BSPS ini Pemda Kolut bekerjasama dengan Bank Mandiri Cabang Kolut.

“Penyaluran bantuan ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya masyarakat di Kolut,” kata Nur Rahman Umar dalam sambutannya.

Untuk itu, dirinya berharap, masyarakat penerima program BSPS ini bisa bersyukur dengan bantuan yang diterimanya ini, meskipun dengan jumlah yang terbatas.

“Masyarakat diharapkan mensyukuri bantuan ini, walaupun bantuan ini tidak begitu banyak dan belum sesuai keinginan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan dan Pemukiman Kolut, Muhsin merincikan, penerima BSPS di Kecamatan Katoi, Desa Ujung Tobaku sebanyak 53 rumah, Katoi 74 rumah, dan Desa Lanipa-nipa sebanyak 37 atau total 164 rumah.

Selanjutnya di Kelurahan Mala-mala 50 rumah, dan Desa Awo 86 jadi total untuk di Kecamatan Kodeoha sebanyak 136 rumah.

“Jumlah keseluruhan sebanyak 300 unit rumah yang mendapat bantuan tahun 2020 ini,” terangnya.

Ditemui usai menerima buku tabungan, Murni, mewakili penerima BSPS mengaku berterima kasih kepada Pemda Kolut yang telah peduli kepada masyarakat melalui bantuan bedah rumah tidak layak huni.

“Semoga bantuan perbaikan rumah bisa berjalan dengan baik mulai dari penyaluran material hingga dikerjakannya sampai pada tahap penyelesaiannya,” kata Warga Desa Awo ini. (1/1)

Terkini