oleh

Resah Covid-19, Seorang Lelaki Jadi Bulan-bulanan Masyarakat

Reporter: Pendi/Editor: Indi La’awu

Lasusua– Wabah Pandemi Covid-19 benar-benar membuat warga atau masyarakat menjadi resah khususnya di Kabupaten Kolaka Utara.

Hal ini dirasakan Bahrun, yang akhir-akhir ini menjadi buah bibir masyarakat Lasusua, Kolaka Utara. Bukan tanpa sebab, beberapa minggu lalu 6 anggota polisi dari Polres Kolaka Utara pernah melakukan pendidikan perwira di Sukabumi yang satu diantaranya adalah menantunya.

Salah satu isu yang membuat lelaki paruh baya ini meradang, yaitu isu mengenai adanya pertemuan antara dia dan menantunya yang saat ini sedang isolasi mandiri. Isu tersebut membuat dirinya seolah-olah dijauhi masyarakat karena takut terjangkit Covid-19.

Saat ditemui di kediamannya, Rabu 22 April 2020, Bahrun mengatakan bahwa semenjak anak menantunya pulang jangankan melihat, bertemupun tak pernah. Karena saat menantunya pulang, dia (menantunya) langsung mengisolasi diri secara mandiri.

“Saya sangat kesal dengan isu-isu yang mereka sebarkan, bahkan yang sangat dikesalkan lagi ada isu bahwa anak menantu saya itu datang dijemput paksa dirumahnya untuk dibawa ke Kota Kendari padahal itu tidak benar. Anak menantu saya masih ada dirumahnya sendiri dalam kondisi sehat,” jelasnya.

Lantaran tidak diperbolehkannya bertemu dengan menantunya, hatinya tersayat sedih. Terlebih saat dirinya mendengar, makanan yang diantarkan didepan pagar tempat menantunya mengisolasi diri dimakan anjing, karena dia (menantunya) terlambat keluar mengambil makanan tersebut.

“Jadi, janganlah terlalu berlebihan dalam menyampaikan isu yang tidak benar, kitapun semua ini dianjurkan untuk tetap waspadah,” harapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi anak menantu Bahrun yang enggan disebut namanya, membantah isu yang merebak dimasyarakat.

“Selama saya pulang, belum pernah ketemu dengan mertua saya. Lagiankan saya ini negatif setelah melalui beberapa kali pemeriksaan,” tegasnya.

Terkini